Minggu, 06 Juli 2008

Mengajari Anak Membaca

SEJAK BARU LAHIR



Adib (5 bln)_di ajar baca oleh mbak Mela
Apapun kecerdasan yang ingin kita bangun pada anak, akarnya adalah BAHASA. Sayangnya banyak sekali guru dan bahkan mereka yang di sebut ahli psikologi salah memahami karena terjebak oleh persepsinya sendiri tentang kecerdasan majemuk.

Namanya Lev Vygotsky. Satu diantara pakar psikologi Rusia yang namanya mencuat. Sumbangannya yang sangat berharga bagi dunia psikologi dan pendidikan adalah teorinya yang berhasil menunjukan bahwa BAHASA memegang peranan penting (plays a central role) dalam perkembangan kognitif anak. Pembelajaran berbahasa mempengaruhi cara seseorang berpikir tentang dunia. Sebagai contoh, anak yang belajar berbahasa ilmiah tentang klasifikasi akan akan berpikir dengan cara yang berbeda tentang tugas klasifikasi daripada anak yang tidak belajar bahasa seperti itu. Dan anda tahu, kemampuan melakukan klasifikasi merupakan pijakan dasar kecerdasan logis matematik.
Peran strategis bahasa dalam mengembangkan semua jenis kecerdasan anak, terutama di usia dini, mendorong Robert E. Owens, Jr., Ph.D., guru besar di State University of New York di Geneseo untuk menulis sebuah buku yang sangat mudah dicerna oleh guru TPA maupun orang tua. Buku yang berjudul Help Your Baby Talk ini memperkenalkan kepada kita metode komunikasi yang membuat bayi lebih bahagia dan lebih cerdas! Ada langkah-langkah praktis yang sarankan oleh Owens untuk menstimulasi kemampuan berbahasa anak-anak kita dari baru lahir sampai umur dua tahun!

Ada lagi yang hampir terlupakan, padahal ia ada dalam perintah pertama yang diturunkan kepada kita : Membaca. Banyak orang tua yang menunggu anaknya genap berusia enam atau tujuh tahun, hanya untuk mengajarkan membaca. “Kasihan, Pak masih terlalu kecil”, kata seorang ibu, “Anak-anak kan masa bermain, kalau mereka dipaksa belajar, saya khawatir akibatnya tidak baik.”
Ucapan ibu benar (dan sekaligus salah besar). Benar, karena anak-anak adalah masa bermain. Pada usia Balita, kita tidak diperkenankan membebani anak dengan aktifitas pembelajaran formal yang menegangkan. Tetapi ada kesalahan asumsi yang sangat mendasar. Ibu kita yang baik ini menganggap anak tidak belajar. Padahal semenjak baru dilahirkan, anak sudah mulai belajar dan terus belajar dengan antusias. Melalui pendekatan belajar yang lami dan menyenangkan itulah seharusnya kita mengajarkan membaca kepada anak semenjak baru lahir.
Tetapi kenapa membaca? Secara sederhana, mengajarkan membaca kepada anak, berarti kita mengajarkan kepada mereka kemampuan berbahasa yang lebih teratur, terstruktur dengan rapi, memiliki makna yang kuat dan asosiasi yang sangat kaya. Dan dari Vygotsky kita belajar betapa sentral peran bahasa dalam perkembangan kognitif anak. Tentu manfaat optimal ini akan kita dapatkan apabila buku yang kita sajikan adalah buku-buku yang bergizi (khusus tentang bagaimana memilih buku bergizi buat anak, silakan baca majalah kita Hidayatullah edisi Februari).
Selain itu membaca di usia dini, khusunya pada dua tahun pertama usia anak terbukti merangsang dan meningkatkan IQ anak anak secara signifikan. Jika ingin punya anak yang memiliki IQ yang sangat tinggi, ajarkan membaca kepada mereka semenjak bulan pertama kehidupannya di dunia.!
Tetapi bagaimana caranya? Apa yang perlu kita berikan kepada mereka? Banyak. Salah satu yang harus kita perhatikan adalah bagaimana menghadapi anak dengan wajah yang antusias dan senyum yang mengesankan. Selebihnya mari kita perhatikan apa, bagaimana mengenalkan membaca kepada anak sesuai dengan jenjang usianya:

BAYI USI 0-6 BULAN
Ada tiga alasan mengapa Anda perlu mengajarkan membaca kepada bayi di usai ini! Ada dua cara-stidaknya yang paling banyak diterapkan-dan terserah Anda cara mana yang Anda pakai untuk mengajarkan membaca kepada anak-anak Anda di usia ini. Pertama, mengenalkan kartu huruf dan membacakannya a la Glen Doman. Kedua, membacakan buku-buku cerita dengan suara keras atau biasa dikenal dengan istilah read aloud!

Metode Glen Doman ini lebih sederhana dan lebih mudah kelihatan hasilnya, tetapi untuk jangka panjang kurang meyakinkan. Salah satunya karena metode ini lebih menitikberatkan pada pengayaan pengetahuan, tepatnya ingatan, dan bukan pada dasar-dasar kemampuan berpikir dan memahami. Metode Glen Doman lebih banyak membekali dengan ketrampilan. Ini berbeda dengan pendekatan kedua yang menitikberatkan pada proses interaksi dan pemahaman masalah, mengembangkan kecakapan berbahasa, membangun komunikasi yang bagus dan memperhatikan ketepatan berbahasa. Cara ini memang membutuhkan usaha yang lebih keras dan kemauan belajar yang lebih dari orang tua, tetapi hasilnya untuk jangka panjang lebih bagus. Membacakan buku untuk terapi kelambatan berpikir adalah dengan menggunakan metode yang kedua ini.

Selanjutnya inilah buku yang bisa Anda berikan kepada bayi mungil Anda:
Buku dengan warna-warna terang mencolok, gambarnya besar-besar dan sederhana. Buku-buku dengan menggunakan warna merah dengan latar belakang putih cenderung lebih menarik perhatian anak.
Buku-buku dengan bahan kertas yang keras (cardboard), buku-buku yang aman untuk digigit (karena itu, jangan marah ya Bu, kalau bukunya sobek) atau buku yang dapat dilipat. Dari Mizan (Bandung) menyebutnya buku ular.
Buku-buku yang terbuat dari kain dan vinil yang lembut dengan gambar-gambar sederhana atau obyek-obyek yang familiar yang dapat di bawa ke kamar mandi, ke tempat tidur atau taman. Buku-buku yang mudah dibersihkan.

BAYI USIA 6-12 BULAN
Nah, ini saatnya bagi Anda untuk menyambut waktu-waktu pagi, sore sehabis dimandikan dan menjelang tidur dengan mengajak bayi membaca buku bersama. Pangku dia, ajak buka buku bersama, pegang tangannya untuk menunjuk gambar-gambar yang ada, dan ceritakan dengan lebih hidup kepada mereka. Jika Anda mampu menggunakan suara yang lebih variatif, akan lebih baik.
Selanjutnya yang Anda berikan adalah :
Buku-buku papan, yakni buku yang kertanya kaku, dengan memapilkan foto bayi-bayi lain. Pada usia ini anak tertarik kepada bayi lain.
Buku-buku dengan gambar-gambar yang terang dan menggugah. Buku-buku yang aman untuk digigit masih sangat diperlukan anak. Begitu pula buku sentuh dan buku yang dapat dirasa (di Indonesia belum ada kayaknya)
Buku-buku dengan foto-foto obyek yang familiar, seperti bola, botol, cicak
Buku-buku berbahan kertas cukup kuat yang bisa dipasang di boks bayi atau di bentangkan di dalam selimut.
Buku-buku berbahan plastik/vinil yang bisa dipakai sewaktu mandi.
Buku-buku berbahan kain yang bisa di cuci dan aman untuk dimasukan mulut.
Buku-buku yang terbuat dari plastik, terutama yang memuat foto-foto keluarga atau teman.

SI MUNGIL, Usia 12-24 Bulan
Inilah saatnya Anda memberi pengalaman pra-membaca pada anak secara lebih aktif. Membaca buku bersama merupakan kegiatan yang sangat menarik dan bermanfaat bagi anak. Begitu pula membacakan buku buat mereka, sangat berguna untuk membuat anak lebih dini mengenal huruf dan angka, mengembangkan kepekaan mereka menandai huruf di dalam tulisan dan terutama dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Misalnya saat makan lauk yang sudah di gigit kadang bentuknya mirip-mirip huruf (atau dimirip-miripkan)
Satu lagi! Jangan lupa memberi pengayaan bacaan saat kegiatan membaca sedang berlangsung, baik ketika membaca buku bersama ataupun membacakan (read aloud). Beri penjelasan dan ceritakan pengalaman tentang apa-apa yang ditampilkan di buku. Boleh jkadi di sana ada gambar atau kata “mikroskop”, sementara tidak ada penjelasan yang memadai. Nah, tugas Andalah untuk menjelasakan atau menceritakan pengalaman kepada anak.

Selebihnya inilah yang bisa kita berikan pada anak-anak usia 12-24 bulan :
Buku-buku papan yang tidak mudah sobek yang bisa di bawa kemana-mana.
Buku-buku dengan berbagai gambar yang menampilkan anak-anak yang sedang melakukan aktifitas familiar seperti tidur atau bermain. Penanaman nilai dapat dilakukan pada saat sedang membacakan maupun membaca buku bersama, baik melalui nilai-nilai yang tertulis di buku maupun inprovisasi dari orang dewasa yang menemani anak membaca.
Buku-buku pengantar tidur. Buku-buku jenis ini terutama dipilih yang memuat nilai-nilai akhlak, idealisme, emosi positif, keinginan berbuat baik serta materi-materi yang berhubungan dengan kepribadian anak. Daddy, Will You Miss Me? Adalah contoh yang bagus. Make a Wish, Honey Bear! Karya Marcus Pfister tidak kalah bagusnya untuk anak. Sayangnya, buku-buku yang kaya nilai untuk balita justru sangat sulit didapat. Harap diperhatikan, jangan memberi cerita dengan konflik bertingkat untuk pengantar tidur anak.
Buku-buku tentang bagaimana mengucapkan selamat tinggal dan hello. Buku-buku yang menunjukan Bagaimana mengungkapkan perasaan-perasaan sederhana kepada orang tua, adik dan kakak.
Buku-buku yang tiap halamannya hanya memuat beberapa kata atau biasa disebut dengan wordless picture book. Saat ini buku-buku WPB terbaik di Indonesia umumnya terbitan DAR! Mizan Bandung. Buku-buku terbitan Syaamil (Bandung) tampaknya sudah mulai banyak menghasilkan buku-buku yang menarik dan bergizi untuk anak.
Buku-buku berirama sederhana atau yang memuat teks-teks yang bisa ditebak dengan mudah. Sayangnya buku-buku jenis ini masih belum banyak di negeri kita.
Buku-buku hewan segala ukuran maupun bentuk. Di toko banyak tersedia buku-buku berbentuk hewan.

ANAK-ANAK, Usia 2-3 Tahun
Selamat datang diusia paling menantang dalam kehidupan anak. Para ahli menyebut rentang usia ini sebagai the terrible twos-masa dua tahun yang mengerikan. Pada rentang usia ini, anak sedang cerdas-cerdasnya, cerewet-cerewetnya dan sekaligus pada usia kini, tepatnya sekitar usia dua setengah tahun, anak sedang belajar menampakkan egonya. Kalau kita sudah memperkenalkan membaca kepada mereka sejak usia lebih dini dan mereka tertarik, di usia ini mungkin Anda akan merasakan hari-hari yang membuat Anda kelimpungan karena anak-anak itu begitu bersemangat meminta Anda membacakan buku, sekaligus mereka telah belajar memaksa.
Jika Anda baru mulai merangsang minat baca mereka, mungkin sekali waktu Anda akan merasa jengkel dengan perilaku mereka yang sedang belajar memegang kendali-termasuk mengendalikan Anda-sehingga butuh upaya yang sedikit lebih keras untuk membuat mereka tertarik. Apalagi kalau kita tidak tahu buku apa yang sebaiknya kita berikan untuk mereka. Catatan berikut ini muidah-mudahan membantu Anda menemukan buku yang sesuai untuk anak-anak usia 2-3 tahun.
Buku apa saja yang perlu Anda berikan? Inilah catatannya:
Buku yang menceritakan kisah-kisah sederhana
Buku-buku yang “berirama dan bersanjak” sehingga memudahkan anak mengingat. “I Can Read” merupakan contoh yang bagus. Buku ini sekaligus dilengkapi dengan kaset.
Buku-buku cerita sebelum tidur (bed time books). Buku jenis ini dikemas agar tidak mudah rusak apabila tertidur sebelum selesai membaca buku. Sebaiknya buku-buku yang bergizi untuk jiwa dan ruhiyah.
Buku-buku tentang berhitung, alfabet, bentuk-bentuk atau ukuran
Buku binatang, mobil serta buku-buku yang mengajarkan moral dan ide-ide kegiatan saat bermain.
Buku-buku tentang bagaimana mengucapkan selamat tinggal dan hello. Buku-buku yang menunjukan bagaimana mengungkapkan perasaan-perasaan sederhana kepada orang tua, adik dan kakak.

PRA SEKOLAH, Usia 3-5 Tahun
Ada penelitian menarik tentang membaca. Sebuah studi terhadap 210.000 pembaca dari 32 negara memberikan kesimpulan yang penting untuk kita simak. Dari 10 negara yang terbaik dalam membaca, hanya empat yang tidak memperbolehkan anak usia TK diajari membaca. Selebihnya, enam negara mengizinkan bahkan memberi dukungan pelajaran membaca di usia ini.
Agar langkah kita mengajarkan membaca kepada anak usia 3-5 tahun lebih pas, sehingga anak lebih tergugah untuk membaca, inilah buku-buku yang bisa kita pertimbangkan untuk mereka :

Buku tentang anak-anak yang memiliki pandangan dan hidup seperti mereka
Buku-buku berhitung atau buku-buku “konsep” lainnya tentang segala sesuatu seperti ukuran atau waktu.
Buku pengetahuan sederhana tentang sesuatu dan bagaimana cara kerja mereka. Contoh sederhana truk sampah, bagaimana cara kerjanya. Begitu juga mobil pengaduk semen.
Buku-buku yang mengembangkan minat-minat khusus mereka seperti kereta api, binatang, berbagai hal tentang konstruksi maupun buku yang bercerita tentang memasak.
Buku-buku yang bercerita tentang bagaimana menjalin persahabatan. dengan muatan akhlak dan adab.
Buku-buku tentang asyiknya pergi ke sekolah/ dokter. Bukan sebaliknya.
Buku-buku yang menuturkan betapa asyiknya punya adik dan hebatnya anak kalau menyayangi adik serta membantu ibu mengasuh adik.
Buku-buku dengan teks sederhana yang memudahkan mereka untuk mengingat.

(Dari makalah Seminar sehari dengan tema “Ada Apa dengan Cinta”, di Paruga Nae Bima, Maret 2005)

Tidak ada komentar: