
Mela, Yang kini Sekolah di TKIT Insan kamil
Tidak terasa waktu terus bergulir. Kemarin dia masih bayi. Bahkan sebelumnya masih aku ingat saat dia dilahirkan. Masih merah.
Setelah dua tahun menunggu, akhirnya tahun ketiga Farah Ika Melati lahir. Anak yang cantik kesanku. Banggaku pada Farah Ika Melati tak terkira. Secara bergantian kami merawatnya dengan cinta dan kasih sayang. Siang sama aku, sore sama ibunya. Begitu terus hingga berumur 1 tahun. Farah Ika Melati, benar-benar menyenangkan.
Ketika istriku mengikuti kegiatan kantor selama 2 minggu. Aku sengaja mengambil cuti untuk menemani Farah Ika Melati. Kemana-mana aku temani. Kami hanya berdua dirumah. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan sebagai seorang bapak. Farah Ika Melati yang lucu, menggemaskan, yang hanya tidur berdua sama aku kala ibunya tidak ada. Makan nasi doang sambil menutup mata kala lauk tidak bisa ku buat. Tetap semangat untuk makan.
Pengalaman juga yang ”mencemaskan” kala kalajengking merayap dilengannya dengan tatapan geli. Ya, Allah untung saat itu kalajengkingnya hanya merayap saja dilengannya. Untung juga aku liat dan reflek langsung ku kibas hingga tidak sampai menyengat anakku yang baru 14 bulan.
Atau juga kala tangisnya melengking selama dua malam karena tidak mendapat ASI setelah ibunya mengandung Firraz Muhammad Raihan Daffa' (2,5 Thn).
Tak terasa semua kenangan itu sudah lewat. Kini aku telah melihat Farah Ika Melati seperti seorang gadis. Sudah besar. Apalagi di usia 20 bulan dia sudah memiliki adik. Jadi, dia sudah bisa mengalah untuk adiknya. Padahal sebelumnya dia adalah ratu di rumah kontrakan kami.
Kini, dia sudah masuk TK. Ya di TK Islam Terpadu Insan Kamil Salama. Tidak jauh dari rencana rumah tinggal kami.
Farah Ika Melati yang selama 4 tahun tidak memiliki teman selain Firraz Muhammad Raihan Daffa' adiknya. Farah Ika Melati yang masih sulit untuk bergaul secara formal seperti lingkungan sekolah. Farah Ika Melati yang akan dengan mudah akrab bahkan tidak ingin pisah dengan teman yang dikenalnya secra informal di luar sekolah. Farah Ika Melati yang menurut kami sangat lihai menggambar. Gambar-gambarnya sejak usia 2.5 tahun kini diklipin ibunya hingga satu bundel besar. Hoby Farah Ika Melati menggambar telah menyelematkan sisa-sisa kertas kesalahan printku.
Ya, senang melihat Farah Ika Melati kini sudah besar. Sudah masuk Taman kanak-kanan anakku. Sudah mulai bertahap belajar bergaul dengan teman-temannya. Sudah mulai ketagihan belajar ngaji Iqro’ dengan ibunya di rumah. Sudah sampai huruf ”Shod” dihafalnya dalam waktu 1 bulan mulai belajarnya. Tapi untuk abjad biasa mela memang masih kurang. Bahkan belum bisa. Kata ibunya yang penting mengenal Iqro’ dulu. Abjad biasa nanti juga bisa.
Pokoknya, yang penting mela terus berkembang. Tumbuh dengan gaya dan kemampuanya. Terima kasih ya Allah atas anugerah-Mu.
1 komentar:
salam kenal Mela, dari nisa dan ole di Jakarta.
Posting Komentar